Didalam masa pandemi sekarang menuntuk setiap sekolah untuk melakukan pembelajaran jarak jauh, SMK N 1 Songgom menjadi pelopor sekolah yang menerapkan PJJ dengan Aplikasi Microsoft Teams atas inisiasi Kepala SMK N 1 Songgom Bapak Djumiko, S.Pd., M.Si. Dengan keberhasilan penerapannya menjadi inspirasi untuk sekolah di didaerah Brebes 

Jumat, 26 Jun 2020 01:15

Jum'at Sehat SMK N 1 Songgom

Ditulis oleh

Dalam rangka untuk menjaga stamina , maka dilakukan senam bersama warga sekolah

Minggu, 31 Mei 2020 09:12

PPDB SMK N 1 SONGGOM

Ditulis oleh
Kamis, 28 Mei 2020 01:38

PPDB SMK N 1 Songgom

Ditulis oleh
Kamis, 28 Mei 2020 01:26

Finalisasi Dokumen KTSP SMK N 1 Songgom

Ditulis oleh
KEGIATAN PELIBATAN KOMITE SEKOLAH DALAM FINALISASI DOKUMEN KTSP SMK N 1 SONGGOM Pada hari rabu 27 mei 2020 bertempat di SMK N 1 Songgom di adakan kegiatan finalisasi Dokumen KTSP SMK N 1 Songgom dengan melibatkan unsur komite SMK N 1 Songgom, Acara di hadiri warga SMK N 1 Songgom ( Kepala Sekolah beserta dewan guru dan karyawan )
Kamis, 28 Mei 2020 01:20

PPDB SMK JATENG

Ditulis oleh
Jumat, 05 April 2019 08:42

Sejarah Mikrotik

Ditulis oleh

Pada tahun 1996 John dan Arnis memulai dengan sistem Linux dan MS DOS yang dikombinasikan dengan teknologi Wireless LAN (W-LAN) Aeronet berkecepatan 2Mbps di Moldova. Barulah kemudian melayani lima pelanggannya di Latvia, karena ambisi mereka adalah membuat satu peranti lunak router yang handal dan disebarkan ke seluruh dunia. Prinsip dasar MikroTik bukan membuat Wireless ISP (WISP), tapi membuat program router yang handal dan dapat dijalankan di seluruh dunia. Hingga kini, MikroTik telah melayani sekitar empat ratusan pelanggannya.[3]

Linux yang mereka gunakan pertama kali adalah Kernel 2.2 yang dikembangkan secara bersama-sama dengan bantuan 5 - 15 orang staf R&D Mikrotik yang sekarang menguasai dunia routing di negara-negara berkembang.[3] Selain staf di lingkungan Mikrotik, menurut Arnis, mereka merekrut juga tenaga-tenaga lepas dan pihak ketiga yang dengan intensif mengembangkan Mikrotik secara maraton